Elisabeth adalah nama tokoh utama dalam buku ini. Mariken Wessel menemukan kumpulan foto beserta surat-surat disalah satu toko pedagang barang bekas. Dia mengatur susunannya dan Kumpulan foto-foto ini terasa seperti snapshot dokumentasi personal/ keluarga dengan segala ketidaksempurnaannya. Terlebih dengan surat-surat yang menunjukkan perhatian anggota keluarga, dan satu surat dari Elisabeth sendiri, yang menunjukkan bahwa Elisabeth sedang dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan dan perhatian. Apakah itu bulimia atau bahkan kehilangan kewarasan, tidak ada sesuatu yang menjelaskan hal ini.Mungkin segalanya memang tidak perlu menjadi jelas, Wessel dalam buku ini memang meninggalkannya seperti itu. Urutan fotonya tidak linear dan jelas. Seperti fragmen mimpi, suatu foto dari masa kanak-kanak, remaja, anggota keluarga, dan foto-foto yang telah digunting. Surat-surat dari anggota keluarga, sebuah sentuhan yang menarik dengan mengikutsertakan terjemahan surat ini dengan kertas buram dan fontasi seperti hasil mesin ketik. Buku ini memaksa anda untuk menerjemahkan maksud buku ini sendiri.
Yang jelas, buku ini terasa seperti buku handmade. Hal ini mungkin karena buku ini pernah diterbitkan Wessel sendiri. Inilah yang menjadi kekuatan utama dari buku ini, tidak terasa seperti sebuah buku foto (it’s not!). Wessel sebagai seorang artis mampu menciptakan sebuah karya dari kenangan orang lain.
80 halaman full color (Bahasa Belanda dan Bahasa Inggris), 24 x 33 cm, Sewn Paperback
Published by: Alauda Publication
2010
0 komentar:
Poskan Komentar