Kamis, 09 Juni 2011

Jason Eskenazi “Wonderland”

“Biasanya kan orang motret hal-hal yang indah atau menyenangkan, kenapa ya pada buku ini kok yang difoto malah hal-hal yang menyedihkan” Ibu Widayati (Ibu saya)

Wonderland adalah sebuah buku foto tentang kehidupan di Bekas Uni Soviet dari tahun 1990-2000. Seperti kata ibu saya, foto-foto dalam buku ini memiliki mood yang sedih. Saya tidak tahu apakah Eskenazi memfokuskan diri pada hal-hal yang sedih. Sebenarnya dalam foto-foto ini terdapat banyak hal-hal yang optimistis romantis namun terselip diantara hal-hal sedih. Foto-foto dalam buku ini sangat mudah diingat karena sangat bagus dan terasa lengkap. Mungkin lamanya pengambilan foto memberikan pengaruh pada hal tersebut karena buku ini tidak terasa tergesa-gesa dan monoton.

Kemarin-kemarin adalah hari ulang tahun Jason Eskenazi dan status facebook dia adalah “I want to talk to Robert Frank on my birthday. That would be my present. Anyone have his #?”. Dari status facebook tersebut saya melihat bahwa Robert Frank memiliki pengaruh yang sangat besar dalam diri Eskenazi. Gaya penuturan Eskenazi dalam Wonderland mirip dengan gaya penuturan Robert Frank dalam “The Americans”. Wonderland menangkap garis besar Bekas Uni Soviet seperti Frank menangkap garis besar Amerika Serikat melalui sudut pandangnya. Foto-fotonya yang terlihat acak dan mencakup banyak hal justru mendapatkan benang merah pada buku ini. Secara konten buku ini terbagi dalam tiga bagian dengan disatukan mood yang berbeda satu sama lain dan dilengkapi oleh essai yang ditulis sendiri oleh Eskenazi. Diletakkan dibagian belakang buku, essai ini memberikan semacam arahan mood yang telah dibangun melalui rangkaian foto-foto yang telah ditampilkan sebelumnya.

Desain buku ini juga bagi saya menjadi salah satu highlight dari buku ini. Dengan binding dan hardcover yang unik, lay out yang membelah foto terselamatkan karena buku dapat dibuka sangat lebar. Hal ini positif karena sayang sekali apabila foto-foto ini, yang telah dibuat dalam ukuran kecil, harus dinodai karena tidak bisa terlihat secara utuh. Binding dan hardcovernya pun membuat buku ini terasa handmade, sehingga menjadi nilai tambah lain dari foto-fotonya yang sudah luar biasa.

Wonderland

77 Foto Hitam Putih

Published by: Red Hook Editions

2010



Postscript: Jason Eskenazi sedang mengumpulkan dana untuk proyeknya yang terbaru berjudul "Black Garden"






0 komentar:

Poskan Komentar