Jumat, 27 Januari 2012

Deutscher Fotobuchpreis 2011 (Update #1)

Seperti yang dijanjikan sebelumnya bahwa saya akan berusaha mereview beberapa buku yang terdapat dalam pameran buku foto Jerman. Beberapa hari kemarin saya sengaja menyempatkan diri kesana, sedikit menutup mata terhadap betapa indahnya cahaya sore beberapa hari ini. Dalam kunjungan hari ini, saya segera menyadari bahwa saya telah melewatkan beberapa buku-buku menarik pada pembukaan pameran minggu lalu. Beberapa buku seperti buku karya John Gossage – The Thirty Two Inch Ruler, buku dari pameran “The New Topographic”, dan buku karya Tobias Zielony – Story/ No Story yang tidak saya sebutkan dalam posting sebelumnya.

Pada posting ini saya hanya mereview buku karya Andrej Krementschouk yang berjudul "Come Bury Me". Buku ini berisi foto tentang kehidupan sekelompok orang di Rusia. Sekelompok orang ini kebetulan hidup dalam kondisi sangat miskin yang mengharuskan mereka tinggal bersama hewan. Saya tidak tahu apakah buku ini merupakan portret yang tepat untuk menggambarkan kehidupan orang miskin di Rusia. Buku ini menarik karena saya tidak langsung dapat memahami benang merah buku ini hanya dari melihat foto-foto yang terdapat didalamnya.

Hanya melihat dari foto-foto yang terdapat dalam buku ini, saya melihat bahwa buku ini terbagi dalam 2 bagian. Bagian pertama (dan terbesar) terdiri dari foto-foto yang memperlihatkan sekelompok orang sedang minum-minum dan bersenang-senang dalam sebuah ruangan sempit. Sedangkan bagian kedua terdiri dari foto-foto reruntuhan bangunan yang terbakar. Rupanya setelah membaca essai dalam buku ini, yang ditulis sendiri oleh Krementschouk, saya baru tahu bahwa foto-foto bagian kedua adalah foto-foto reruntuhan bangunan tempat kejadian dalam foto bagian pertama berlangsung. Kemana orang-orang itu berada sekarang ataupun bagaimana nasib mereka terkait kebakaran tersebut sampai sekarang tidak diketahui oleh Krementschouk. Foto-foto dalam bagian pertama terasa seperti snapshot, Krementschouk memang terlihat tidak memiliki waktu lama dalam melakukan pendekatan terhadap subyek. Melihat dari pakaian yang dikenakan oleh orang-orang dalam foto tersebut, saya pikir Krementschouk hanya memiliki dua kesempatan untuk memotret kehidupan mereka.

Yang disayangkan adalah kualitas produksi bukunya sendiri tidak terlalu istimewa. Salinan buku yang saya lihat di pameran dalam kondisi terlepas dari sampulnya. Desain sampul buku ini yang sebenarnya menarik perhatian saya untuk membacanya. Kertasnya terasa tebal namun entah mengapa tidak terasa bagus untuk buku ini. Foto-fotonya yang dicetak full bleed membuatnya terasa terlalu penuh bagi saya. Namun hal-hal ini tidak menghentikan saya untuk menyukai buku ini.



0 komentar:

Poskan Komentar